Rabu, 21 Desember 2011

TEORI KEPEMIMPINAN

Nama : Gian Nopitalia

Kelas : 2KA24

NPM : 12110992



BAB I

PENDAHULUAN

Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesame serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil.

Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati & menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Menciptakan & menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia.

Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi disbanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah & memilih mana yang baik & mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik.

Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri.

Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.

Pemimpin dan Kepemimpinan merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara struktural maupun fungsional. Banyak muncul pengertian-pengertian mengenai pemimpin dan kepemimpinan, antara lain :

1. Pemimpin adalah figur sentral yang mempersatukan kelompok (1942)

  1. Kepemimpinan adalah keunggulan seseorang atau beberapa individu dalam kelompok, dalam proses mengontrol gejala-gejala sosial
  2. Brown (1936) berpendapat bahwa pemimpin tidak dapat dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan. Dalam hal sama, Krech dan Crutchfield memandang bahwa dengan kebaikan dari posisinya yang khusus dalam kelompok ia berperan sebagai agen primer untuk penentuan struktur kelompok, suasana kelompok, tujuan kelompok, ideologi kelompok, dan aktivitas kelompok.
  3. Kepemimpinan sebagai suatu kemampuan meng-handel orang lain untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan friksi sesedikit mungkin dan kerja sama yang besar, kepemimpinan merupakan kekuatan semangat/moral yang kreatif dan terarah.
  4. Pemimpin adalah individu yang memiliki program/rencana dan bersama anggota kelompok bergerak untuk mencapai tujuan dengan cara yang pasti.

Pengertian Pemimpin menurut para ahli:

Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan.

Robert Tanembaum, Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formaluntuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan.

Prof. Maccoby, Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.

Lao Tzu, Pemimpin yang baik adalah seorang yang membantu mengembangkan orang lain,sehingga akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpinnya itu.

Davis and Filley, Pemimpin adalah seseorang yang menduduki suatu posisi manajemen atauseseorang yang melakukan suatu pekerjaan memimpin.

Pancasila, Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, danmembimbing asuhannya. Dengan kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan

Pancasila adalah :

a. Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang – orang yang dipimpinnya.

b. Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang – orang yang dibimbingnya.

c. Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang – orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.

BAB II

TEORI

Tipe-tipe Kepemimpinan :

1. Tipe Otokratik

Semua ilmuan yang berusaha memahami segi kepemimpinan otokratik mengatakan bahwa pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai karakteritik yang negatif.

Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”, antara lain dalam bentuk :

§ kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat lain dalam organisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang menghargai harkat dan martabat mereka

§ pengutmaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengkaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya.

§ Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.

Gaya kepemimpinan yang dipergunakan pemimpin yang otokratik antara lain:

1. menuntut ketaatan penuh dari para bawahannya

2. dalam menegakkan disiplin menunjukkan keakuannya

3. bernada keras dalam pemberian perintah atau instruksi

4. menggunakan pendekatan punitif dalamhal terhadinya penyimpangan oleh bawahan,

2. Tipe Paternalistik

Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris. Salah satu ciri utama masuarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggiota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan.

Pemimpin seperti ini kebapakan, sebagai tauladan atau panutan masyarakat. Biasanya tiokoh-toko adat, para ulama dan guru. Pemimpin ini sangat mengembangkan sikap kebersamaan.

3. Tipe Kharismatik

Tidak banyak hal yang dapat disimak dari literatur yang ada tentang kriteria kepemimpinan yang kharismatik. Memang ada karakteristiknya yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. Tegasnya seorang pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi.4.

4. Tipe Laissez Faire

Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.

Karakteristik dan gaya kepemimpinan tipe ini adalah :

1. pendelegasian wewenang terjadi secara ekstensif

2. pengambilan keputusan diserahkan kepada para pejabat pimpinan yang lebih rendah dan kepada petugas operasional, kecuali dalam hal-hal tertentu yang nyata-nyata menuntut keterlibatannya langsung.

3. Status quo organisasional tidak terganggu

4. Penumbuhan dan pengembangan kemampuan berpikir dan bertindah yang inovatif diserahkan kepada para anggota organisasi yang bersangkutan sendiri.

5. Sepanjang dan selama para anggota organisasi menunjukkan perilaku dan prestasi kerja yang memadai, intervensi pimpinan dalam organisasi berada pada tingkat yang minimum.

5. Tipe Demokratik

1. Pemimpin yang demokratik biasanya memandang peranannya selaku koordinator dan integrator dari berbagai unsur dan komponen organisasi.

2. Menyadari bahwa mau tidak mau organisasi harus disusun sedemikian rupa sehingga menggambarkan secara jelas aneka ragam tugas dan kegiatan yang tidak bisa tidak harus dilakukan demi tercapainya tujuan.

3. Melihat kecenderungan adanya pembagian peranan sesuai dengan tingkatnya.

4. Memperlakukan manusia dengan cara yang manusiawi dan menjunjung harkat dan martabat manusia

5. Seorang pemimpin demokratik disegani bukannya ditakuti.

Ciri ciri pemimpin dan kepemimpinan yang ideal antara lain :

1. Pengetahuan umum yang luas, semakin tinggi kedudukan seseorang dalam hirarki kepemimpinan organisasi, ia semakin dituntut untuk mampu berpikir dan bertindak secara generalis.

2. Kemampuan Bertumbuh dan Berkembang

3. Sikap yang Inkuisitif atau rasa ingin tahu, merupakan suatu sikap yang mencerminkan dua hal: pertama, tidak merasa puas dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki; kedua, kemauan dan keinginan untuk mencari dan menemukan hal-hal baru.

4. Kemampuan Analitik, efektifitas kepemimpinan seseorang tidak lagi pada kemampuannya melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis operasional, melainkan pada kemampuannya untuk berpikir. Cara dan kemampuan berpikir yang diperlukan dalah yang integralistik, strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah.

5. Daya Ingat yang Kuat, pemimpin harus mempunyai kemampuan inteletual yang berada di atas kemampuan rata-rata orang-orang yang dipimpinnya, salah satu bentuk kemampuan intelektual adalah daya ingat yang kuat.

6. Kapasitas Integratif, pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai orgainasi.

7. Keterampilan Berkomunikasi secara Efektif, fungsi komunikasi dalam organisasi antara lain : fungsi motivasi, fungsi ekspresi emosi, fungsi penyampaian informasi dan fungsi pengawasan.

8. Keterampilan Mendidik, memiliki kemampuan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan, mengubah sikap dan perilakunya dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi.

9. Rasionalitas, semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang semakin besar pula tuntutan kepadanya untuk membuktikan kemampuannya untuk berpikir. Hasil pemikiran itu akan terasa dampaknya tidak hanya dalam organisasi, akan tetapi juga dalam hubungan organisasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan di luar organisasi tersebut.

10. Objektivitas, pemimpin diharapkan dan bahkan dituntut berperan sebagai bapak dan penasehat bagi para bawahannya. Salah satu kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemudikan organisasi terletak pada kemampuannya bertindak secara objektif.

11. Pragmatisme, dalam kehidupan organisasional, sikap yang pragmatis biasanya terwujud dalam bentuk sebagai berikut : pertama, kemampuan menentukan tujuan dan sasaran yang berada dalam jangkauan kemampuan untuk mencapainya yang berarti menetapkan tujuan dan sasaran yang realistik tanpa melupakan idealisme. Kedua, menerima kenyataan apabila dalam perjalanan hidup tidak selalu meraih hasil yang diharapkan.

12. Kemampuan Menentukan Prioritas, biasanya yang menjadi titik tolak strategik organisasional adalah “SWOT”.

13. Kemampuan Membedakan hal yang Urgen dan yang Penting

14. Naluri yang Tepat, kekampuannya untuk memilih waktu yang tepat untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

15. Rasa Kohesi yang tinggi, :senasib sepenanggungan”, keterikan satu sama lain.

16. Rasa Relevansi yang tinggi, pemimpin tersebut mampu berpikir dan bertindak sehingga hal-hal yang dikerjakannya mempunyai relevansi tinggi dan langsung dengan usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi.

17. Keteladanan,s seseorang yang dinilai pantas dijadikan sebagai panutan dan teladan dalam sikap, tindak-tanduk dan perilaku.

18. Menjadi Pendengar yang Baik

19. Adaptabilitas, kepemimpinan selalu bersifat situasional, kondisonal, temporal dan spatial.

20. Fleksibilitas, mampu melakukan perubahan dalam cara berpikir, cara bertindak, sikap dan perilaku agar sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi tertentu yang dihadapi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip hidup yang dianut oleh seseorang.

21. Ketegasan

22. Keberanian

23. Orientasi Masa Depan

24. Sikap yang Antisipatif dan Proaktif

BAB III

PEMBAHASAN

TEORI TEORI DALAM KEPEMIMPINAN

Teori kepemimpinan merupakan penggeneralisasian suatu seri perilakupemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya, dengan menonjolkan latarbelakang historis, sebab-sebab timbulnya kepemimpinan, persyaratanpemimpin, sifat utama pemimpin, tugas pokok dan fungsinya serta etikaprofesi kepemimpinan (Kartini Kartono, 1994: 27).

Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasandan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakanbeberapa segi antara lain :

- Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan

- Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan

kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa.

Macam –macam teorinya :

1. Teori Sifat

Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpinditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu.Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorangpemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin.Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang denganberbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya. Ciri-ciri ideal yang perludimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah:

- pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas,obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan;- sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi,keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadipendengar yang baik, kapasitas integratif;

- kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skalaprioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik,dan berkomunikasi secara efektif.

Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalubersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggapunggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yangsudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yangterkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangaipemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkanprinsip keteladanan.

2. Teori Perilaku

Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorangindividu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arahpencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:

a. konsiderasi dan struktur inisiasi

Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memilikiciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan,menerima

Usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan sertamemperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pulakecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.

b. berorientasi kepada bawahan dan produksi

perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekananpada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasankebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan danperilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi padaproduksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan,pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan.

Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum padadasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan.Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpindapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas danterhadap bawahan/hubungan kerja.

Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan

dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner, 1978:442-443).

3. Teori Situasional

Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh cirikepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutansituasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi denganmemperhitungkan faktor waktu dan ruang.

Referensi :

http://dhiyaaelhaq.blogspot.com/2010/04/pengertiantipe-tipe-serta-teori.html

Sabtu, 29 Oktober 2011

KONFLIK

NAMA : GIAN NOPITALIA

KELAS : 2KA24

NPM :12110992

KONFLIK ANTAR KELOMPOK (PENGAMEN JALANAN)

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses social antara dua orang atau lebih (bias juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antara anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut cirri fisik, kepandaian, pengetahuan, adatistiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawa sertanya ciri-ciri individual dalam interaksisosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat. Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik. Pada tulisan ini saya mengambil contoh mengenai konflik antar kelompok pengamen jalan.

Pertumbuhan pembangunan yang semakin pesat tentunya akan membawa dampak bagi perekonomian masyarakat. Banyaknya persaingan lapangan kerja yang semakin ketat menjadikan tingkat pengangguran semakin meningkat. Hal ini didukung oleh semakin minimnya kesediaan lapangan kerja dan keterampilan yang memadai maka individual akan tersingkir dari persaingan apalagi di kotabesar. Belum lagi beban hidup yang harus ditanggung semakin berat. Kota-kotabesar yang ada di Negara berkembang seperti Indonesia memiliki problematika yang hampirsama di setiap daerah yaitu meningkatnya angka kriminalitas, parapengamen, anak-anak jalanan dan masih banyak lagi yang lain. Para pengamen seringkali kitajumpai di stasiun-stasiun, halte bus sampai rumah makan atau warung dan perempatan lampu merah. Kehidupan para pengamen yang sangat keras membuat mereka di hadapkan pada suatu hal yaitu sering terjadi konflik di antara mereka sesame pengamen misalnya sering terjadi tawuran atau perkelahian karena perebutan lahan dan masalah- masalah yang lain seperti kesalah pahaman. Konflik semacam ini juga di alami oleh para pengamen di alun-alunkota Malang. Dimana alun-alun sebagai lahan mengamen bagi pengamen tetap dan pengamen lain di luar kelompok tersebut tidak dapat dengan bebas mengamen di sana. Hal inilah yang sering menimbulkan konflik yang sering kali berujung pada kekerasan diantara mereka. Kekerasan yang terjadi merupakan salah satu bentuk pengaruh lingkungan dimana mereka dituntut untuk dapat bertahan hidup di perkotaaan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Dimana subjek penelitian adalah kelompok pengamen tetap dan pengamen tidak tetap di alun-alun Malang. Jumlah subjek penelitian adalah 10 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa data model interaktif Miles dan Hubermas, yang memiliki empat alur kegiatan yang terjadi yakni: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.

Konflik yang terjadi antara pengamen tetap dengan pengamen tidak tetap di alun-alun sudah terjadi sejak tahun 1994, setelah pembentukan pengamen tetap di alun-alun. Penyebab terjadinya konflik karena perebutan lahan mengamen, dimana pada saat itu krisis ekonomi juga ikut berpengaruh. Para pengamen beralasan bahwa beban ekonomi semakin meningkat sedangkan pendapatan mereka semakin sulit. Konflik para pengamen ini berujung pada kekerasan yang mana seringnya terjadi aksi pengeroyoan atau pun tawuran serta penganiayaan. Sebelum terjadi aksi kekerasan tersebut bentuk konflik yang terjadi adalah saling mencemooh, saling mengumpat dan lain-lain. Konflik yang terjadi tetap di menangkan oleh salah satu kelompok yaitu kelompok pengamen tetap sebab kelompok pengamen tetap memiliki kekuasaan di alun-alun yang di dukung oleh oknum dari Satpol PP dan Dinas Terkait.Meskipun sampai sekarang konflik itu masih sering terjadi.
Kegiatan yang mereka lakukan sehari-hari di alun-alun adalah salah satu bentuk perjuangan mereka dikota untuk dapat bertahan hidup sebab persaingan dalam sektor formal sangat sulit diwujudkan apalagi mereka hanya berpendidikan rendah. Sedangkan, pekerjaan dalam sektor formal membutuhkan berbagai persyaratan yang berlebih. Maka dari itu penghasilan mereka jika dibandingkan sektor formal sangat jauh dan untuk bertahan hidup mereka harus berjuang keras. Dengan adanya perjuangan untuk dapat bertahan dalam kerasnya kehidupan di kota, membuat mereka menghadapi berbagai macam permasalahan yang sering kali berujung pada kekerasan. Sikap yang temperament alat emosional merupakan salah satu cirri fisik yang menonjol dari para pengamen tersebut. Hal ini dikarenakan keadaan lingkungan yang mempengaruhi, sehingga sedikit salah paham atau pun adanya persaingan dalam hal lahan pekerjaan diantara mereka akan menimbulkan konflik yang berujung pada kekerasan. Kekerasan dapat berupa pengeroyokan, perkelahian juga tawuran dan lain sebagainya.

Rabu, 05 Oktober 2011

TEORI ORGANISASI UMUM

BAB I

PENDAHULUAN

Dunia bisnis atau usaha begitulah ungkapan yang tepat untuk diutarakan saat kita membicarakan mengenai ekonomi dunia saat ini. Bisnis atau usaha tidak lepas dari urusan ke organisasian, sedangkan organisasi sendiri mempunyai arti yaitu sekumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien dan organisasi dibagi menjadi dua macam atau jenis yaitu yang bersifat laba dan non-laba.

Setiap perusahaan memiliki organisasi yang berbeda-beda tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu mengembangkan perusahan menjadi lebih maju dan dapat bersaing dipasaran industri. Pada penulisan ini saya mengambil contoh pembahasan mengenai organisasi yang bersifat laba yaitu organisasi atau perusahaan yang menghasilkan keuntungan. Contohnya, usaha rumahan yang berkembang menjadi sebuah perusahaan kecil.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan kulinernya terutama camilan. Camilan merupakan makanan ringan yang dinikmati sebagai selingan. Camilan bisa bermacam-macam jenisnya, mulai dari camilan buah, makanan kering, sampai keripik. Tidak hanya anak-anak muda saja yang menyenangi camilan tapi juga anakanak hingga orang tua.Karena penggemar camilan begitu banyak, maka hal ini bisa menjadi peluang bisnis yang baik. Usaha camilan ini menguntungkan karena modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar, produknya dapat bertahan lama (daya simpan lama), membutuhkan ruangan yang kecil, variasinya banyak serta pengelolaannya yang mudah. Walaupun modal yang dibutuhkan kecil, namun usaha camilan berpotensi menghasilkan keuntungan yang besar.

Selama satu tahun terakhir warga Indonesia terutama warga Bandung sudah tidak asing lagi dengan Kerpik Maicih. Keripik singkong yang memiliki rasa yang super pedas ini berhasil menjadi camilan yang populer dan sukses menjadi trend camilan di kalangan muda mudi. Keberhasilan bisnis camilan ini tidak lepas dari peran teknologi. Meskipun bentuk usaha Maicih tersebut belum menjadi sebuah PT (Perseroan Terbatas), namun mereka sudah menjalankan prinsip-prinsip E-business. Dan dengan menggunakan E-business itulah mereka dapat mengembangkan diri dan membangun citra sebagai camilan eksklusif.

BAB II

TEORI (PENGENALAN USAHA MAICIH)

Pada saat ini hampir seluruh masyarakat pencinta jajanan ringan mengenal keripik pedas maicih. Maicih sendiri merupakan hasil produk makanan dari usaha rumahan yang sudah berkembang menjadi usaha yang cukup maju untuk saat ini. Keripik Maicih atau yang disebut juga sebagai 'Keripik Setan' adalah salah satu ikon makanan yang saat ini sedang digandrungi di kota Bandung. maicih disukai banyak masyarakat dan cukup diminati karna keunikan rasa pedasnya yang memiliki levelatau tingkat kepedasan. Maicih sendiri berdiri pada pertengahan tahun 2010 di Bandung tepatnya tanggal 29 Juni. Didirikan oleh pria kelahiran 29 September 1987 bernama Reza Nurhilman yang akrab disapa AXL29.

Reza adalah pemilik usaha keripik pedas 'Maicih', yang sempat membuat heboh remaja Bandung. Hanya setahun setelah meluncurkan usahanya di Twitter, ia mampu mengantongi omzet penjualan Rp4 miliar per bulan.Nama “Maicih”sendiri berasal dari memori Reza sewaktu dia masih kecil. Dia menyebutkan bahwa kalau dia dibawa mama ke pasar, biasanya ada ibu-ibu tua memakai ciput dengan baju alakadarnya. Setiap belanja ibu tersebut mengeluarkandompet, bonus dari toko emas yang berresleting untuk memasukkan uang receh. Dan ibu Reza menyebutkan bahwa itu dompet Maicih. Beberapa tahun kemudian, Reza bertemu dengan seorang ibu yang sosoknya menyerupai Maicih dalam memorinya. Ibu paruh baya yang pakaiannya tradisional. Ternyata ibu tersebut dapat membuatbumbu kripik pedas. Lalu, Reza membuat brand Maicih. Ternyata disukai banyak orang, karena unik.Berangkat dengan modal sekitar Rp15 juta, Reza membuat usaha ini.

Keripik Maicih sendiri dibuat dalam 5 level rasa.Hal ini sengaja dimunculkan karena ingin mengetes selera pasar.Menurut Reza, produk keripiknya yang banyak laku adalah level 3 dan 5. Oleh karena itu saat ini dipasaran produk Maicih yang beredar cuma 2 level yang laris manis tersebut. Adapun produk level 3 ditandai dengan logo yang berwarna abu-abu.Sementara kripik level 5 ditandai dengan logo warna merah.Arti level 3 menandakan rasa pedas biasa, sementara yang level 5 menandakan rasa yang sangat pedas sekali. Maicih dapat dinikmati dengan harga rata-rata Rp. 15 ribu rupiah perbungkus dan Rp. 18 ribu rupiah untuk keripik level 10.

Maicih telah mnghasilkan tiga jenis camilan yaitu keripik, gurilem, dan seblak. Untuk menghasilkan produk baru, manajemen melakukan tahapan proses pengembangan produk seperti yang tergambar pada gambar 1 di atas. Produk pertama yang dibuat yaitu keripik Maicih,yaitu keripik singkong yang diberi berbagai bumbu yang sangat pedas. Setelah produk keripik dipasarkan, berbagai tanggapan konsumen diterima manajemen secara langsung melalui akun twitter maupun facebook. Setelah merasa produk keripik cukup sukses, Reza berfikir untuk mnegembangkan produk dan membuat camilan lain yaitu gurilem. Sebelum launching gurilem, manajemen melakukan uji pasar selera gurilem yang seperti apa yang diinginnkan konsumen. Setelah itu bagian riset dan pengembangan melakukan desain komponen bumbu apa saja yang membuat gurilem Maicih ini dapat sesukses produk keripik. Setelah produk gurilem jadi, gurilem dilakukan uji produk yaitu untuk manjamin keamanan, kebersihan produk. Setelah dirasa aman, pihak manajemen meluncurkan produk dengan menjual produk secara terbatas. Hal ini bertujuan agar konsumen semakin penasaran dengan produk baru Maicih. Setelah peluncuran produk, tanggapan konsumen dirasa sangat positif. Manajemen pun melakukan desain proses hingga desain perlengkapan lalu mulai berproduksi. Hal yang sama dilakukan pihak manajemen saat peluncuran produk seblak.

Hal unik terletak pada cara sang penjual dalam memasarkan cemilan tersebut. Agar makin menarik si penjual keripik Maicih juga menciptakan beberapa istilah khusus untuk para penggemarnya.Si pembuat keripik sendiri dikenal dengan sebutan ‘Emak’ dan ‘Cucu’ untuk para konsumennya.Sedangkan reseller mendapat sebutan ‘Jendral’ dan ‘Icihers’ untuk para penggemarnya.Peminat jajanan keripik pedas Maicih makin banyak.Begitu juga dengan para jenderalnya.Jenderal yang dimaksud adalah distributor Maicih.Jenderal inilah yang memasarkan Maicih.Disebut jenderal karena distributor adalah panglima lapangan. Kini peminat jenderal sudah ribuan tiap harinya. Maicih, keripik pedas dari Bandung ini memang lagi hits. Di jejaring sosial twitter, Maicih banyak disebut(mention). Di lapangan, penjualnya yang gentayangan (istilah beredar dari Maicih) banyak diserbu.

Produksi maicih pun mencapai 100 ribu bungkus per pekan. Siapa yang tidak tertarik menjadi jenderal dengan potensi pasar yang besar dan nama yang melejit. Tapi ternyata banyak pula yang memanfaatkan nama Maicih.Menurut Reza, banyak oknum yang menjual Maicih secara ilegal. Penjual ilegal tersebut terkadang berasal dari konsumen yang membeli Maicih dalam jumlah banyak.Lalu menjual kembali, sayangnya harganya tidak sama. Akibatnya, merusak pasar. Keripik Maicih resmi yang dijual Reza bisa dilihat pergerakan jenderalnya dari akun Twitter @infomaicih.

Dari segi pemasaran maicih sendiri memilik kendala bagi para pembelinya yaitu waktu yang terbatas penjualannya, dan lokasi penjualan yang tidak tetap atau maicih tidak memiliki stan atau toko khusus untuk penjualannya ini yang membuat orang masih kesulitan mendapatkannya, harga maicih sendiri tergolong cukup mahal. Stock yang terbatas pun menjadi salah satu penyebabnya karena ini mengakibatkan pembeli yang berebut ingin mendapatkan yang diinginkannya.

BAB III

PEMBAHASAN

Karena banyaknya oknum –oknum yang suka memalsukan penjualan maicih atau berjualan secara ilegal maka sebaiknya untuk pembelian keripik ini lebih berhati-hati karena harga yang tidak sesuai dengan penjualan bisa menjatuhkan usaha maicih sendiri. Dan untuk pemasarannya yang sulit didapatkan sebaiknya maicih sendiri membuka kios atau toko disetiap daerah agar para pembelinya lebih mudah mendapatkannya tapi apabila tidak ingin merubah cara unik pemasarannya sebaiknya menambahkan stok maicih dan penambaha batas waktu dalam penjualannya agar pembeli tidak mengalami kesulitan dalam pembelian disetiap daerah.

Untuk harga maicih sendiri sebaiknya diturunkan agar menjadi lebih terjangkau bagi maryarakat menengah maupun bawah dalam pembeliannya. Maicih sendiri sampai saat ini hanya memiliki tiga jenis yang berbeda ini seharusnya bisa menjadi inovasi baru bagi pembuatnya untuk menambahkan ide baru dalam pembutan jenis baru maicih.

Untuk persaingan pasar sendiri maicih sudah memiliki banyak pesaing yang berusaha membuat produk dengan jenis yang sama tetapi memiliki nama yang berbeda. Hal tersebut wajib diperhatikan bagi managemen maicih agar pasaran maicih sendiri tidak kalah dipasaran.

Keuntungan atau laba yang didapatkan usaha maicih sendiri tidak sedikit usaha ini mengalami kemajuan yang cukup pesat dari usaha rumahan tetapi bisa menjadi usaha yang cukup maju dan berkembang saat ini, mungkin hal ini dikarenakan managemen pemasaran yang baik serta keorganisasian usaha ini sendiri.

Sumber-sumber :

- www.google.com – usaha maicih

- www.google.com – kendala usaha maicih dipasaran